naskah drama tentang SANTRI & ROCK N ROLL
Adegan 1
Di dalam sebuah gedung tempat sebuah band yang sangat terkenal yaitu
ICE THE GUNS Akan tampil, di sana sangat ramai sekali dimana para penggemar ICE
THE GUNS yang menamakan diri mereka GUNSER datang untuk menonton band ke
sayangan mereka akan tampil.
GUNSER : ICE THE GUNS... ICE THE
GUNS.... ICE THE GUNS.... ICE THE GUNS.....
Host : selamat malam GUNSER, apa
kalian siap,.?? Untuk melihat penampilan yang sangat spektakuler dari ICE THE
GUNS,.?? Ya udah, kalau kalian sudah siap, kita langsung saja panggilkan band
yang paling fenomenal saat ini, yaitu,,,, ICE THE GUNS...
( ICE THE GUNS pun tampil dengan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul
WE LOVE KIMCIL )
Setelah menyanyikan lagu satu persatu para personil ICE THE GUNS
berinteraksi dengan para GUNSER.
Personil ICE THE GUNS : I love
you Gunser,.... kita akan berjumpa lagi
di konser yang lain.
Sambil berkata begitu Gio, vokalis ICE THE GUNS melempar sebuah
souvenir untuk GUNSER.
Tak tinggal diam personil yang lain pun ikut melemparkan souvenir untuk
fansnya.
Di belakang panggung,,,,,,
Manager band ICE THE GUNS menghampiri para personil band.
Manager : oke, bagus banget
guys,, besok kalian ada konser lagi,,tapi di daerah terpencil gitu, kalian
ontime jam 2 siang ya,, nanti gue kasih tau alamatnya.
Gio : Oke,, pokoknya Loe atur
deh, kita tinggal manggung aja.
Adegan 2.
Saat perjalanan ke tempat konser...
Di dalam mobil para personil ICE
THE GUN berbincang bincang.
GIO : guys kok, jalannya serem
gini sih,.?
ANDRE : kita lewat jalan pintas
aja guys biar cepet, keburu malem.
DOR RICH : emang loe tau kalo ni jalan pintas??
ANDRE : kan gue biasanya lewat
jalan sini.
DOR RICH : awas aja kalo kita
sampai nyasar, semua loe yg nanggung.
ANDRE : santai bro,.
Tiba tiba Andre menginjak rem.
Dor rich: knapa berhenti Ndre?
Gio : ada apa ndre?
Meta : (menaruh handphone yang
sedari tadi dimainkannya) udah nyampai ya??
Gio & Dor rich : nyampai
nyampai, makanya jangan twitter’an melulu. Kita ini lagi berhenti nggak tau
kenapa tu si andre.
Andre :kayaknya kita nyasar
dehh....
( secara Bersamaan mereka shock)
GIO, META, DOR RICH :
what...???????????????????
DOR RICH : pokoknya kita gak mau
tau semua ini tanggung jawab loe.
ANDRE : aduhh bro bukan maksud
hati tapi apa daya.
Faizah : udah, g’ usah
bertengkar, kita lanjut aja, barangkali ini jalannya
Tiba-tiba mobil berhenti. Karena kehabisan bensin
GIO : ada apa lagi bro
Andre : nggak tau nih, tiba”
mobilnya berhenti sendiri. Bentar gue cekk. (mengecek mobil) Sial ternyata
bensinnya habis bro
Gio : terus, sekarang gimana
dong,.? Kayaknya sekitar sini nggak ada SPBU
Faizah : gimana kalau kita cari
penginapan aja, dan konsernya kita cancel sementara.
Dor rich ; gimana sih loe Ndre,
kenapa waktu berangkat tadi nggak loe cek dulu mobilnya.
Faizah : sudah sudah jangan
bertengkar, nanti aku telfon mekanis, sekarang kita cari tempat untuk menginap
aja, sudah hampir gelap ini.
Meta : terus mobilnya gimana,.?
Faizah : udah tinggalin aja, dari
pada kita kemaleman nugguin mekanis.
Mereka semua pun berdamai dan mencari tempat untuk menginap.
Mereka menuju sebuah desa. Dan di desa itu terdapat sebuah pesantren
Faizha : assalamu’alaikum.
Pak kyai : wa’alaikumsalam.
Faizha : pak mau numpang nanya, saya
Faiza, dan ini teman-teman saya, disini kalau tempat penginapan dimana ya?
Pak kyai : (menatap anggota band
tersebut dengan pandangan sinis) oh disini gak ada penginapan dek.
Faizah : waduh, gimana ya, Pak,.?
Kita nggak tau daerah sini, tadi mobil kita juga mogok di tengah jalan.
Pak kyai : memangnya adek-adek
ini dari mana dan mau kemana,.?
Gio : kita dari Jakarta Pak, kita
tadi mau ke Bogor , tapi lewat jalan pintas, Eeh,,malah nyasar. Tapi
ngomong-ngomong bapak nggak kenal siapa kita,.?
Pak kyai : memangnya kalian
siapa,.?
Gio : ya elLah,, hari gini bapak
nggak tau siapa kami,.?
Faizah : Gio,, kamu tuh nggak
sopan banget sih.
Gio : abisnya, masak band
terkenal kayak kita dia nggak tau, katrok banget.
Faizah : Huss,, kamu tuh bikin
malu aja, Maafkan teman saya pak kyai, dia orangnya memang begitu. Saya manager
dari mereka pak, mereka ini band rock terkenal saat ini. ICE THE GUNS, bapak
tau,.?
Pak kyai : (menarik nafas panjang,
sambil menatap Gio dengan pandangan tidak suka) maaf dek, saya tidak tau.
Faizah : ya sudah pak, nggak
apa-apa.
Pak kyai : oh iya, kalian tadi
mau cari tempat menginap kan,.? Begini saja, ini kan sudah hampir gelap, gimana
kalau kalian nginap di tempat bapak saja,.?
Faizah : apakah bapak tidak
keberatan,.?
Pak kyai : Ooh, tidak sama
sekali, Nak,,
Faizah : kalau begitu terima
kasih, pak kyai.
Pak kyai : sama”, mari bapak
antar ke kamar kalian.
Adegan 3.
Di kamar...
Sesampainya di depan kamar...
Pak kyai : ini kamar buat dek
Faizah dan temannya yang perempuan. Dan yang sebelah sana kamar buat yang
laki-laki.
Faizah : Terima kasih pak kyai.
Gio dan teman-temannya menuju ke kamarnya.
Ketika Gio akan membuka kamarnya, tiba-tiba muncul seorang gadis cantik
dari dalam kamar tersebut. Dan tak sengaja bertabrakan dengan Gio. Gio pun
terpesona dengan kecantikan gadis yang menabraknya tersebut.
Gio : maaf
Annisa : maaf-maaf saya tidak
sengaja.
Dor rich : kamu siapa,koq ada di
sini,.?
Pak kyai : Lho, Annisa, ngapain
kamu di situ,.?
Annisa : saya habis bersih-bersih
kamar, Abi.
Pak kyai : Oh iya, kebetulan,
perkenalkan, ini putri saya, namanya Annisa.
Faizah : aku Faizah.
Meta : aku Meta
Gio : Kalau aku Gio (sambil
menatap Annisa penuh dengan rasa kagum)
Dor rich : aku Dor rich.
Pak kyai : Kalau begitu bapak
tinggal dulu, nanati kalau ada apa-apa minta tolong ke Annisa saja.
Meta : Oke Pak, makasih ya pak.
Annisa : Kalau begitu saya juga
mau shalat dulu, kalau butuh apa-apa saya ada di mushallah
(melangkah pergi)
Gio : (tak melepaskan
pandangannya dari Annisa) Gila! Cantik banget tuh anak kyai. (berkata lirih)
Dor rich : Apa,.? Loe ngomong apa
barusan,.?
Gio : Nggak, nggak ngomong apa-apa,
kuping loe aja kali yang udah somplak.
Dor rich : Yee,,,, otak loe tuh
yang somplak. Udah ah, gue mau istirahat, capek men.
Gio : Iya, gue juga.
Adegan 4.
Di Mushallah...
Annisa dan temannya selesai
shalat berjama’ah.
Dina : Eh, Nis, aku denger tadi
sore, pesantren kita kedatangan tamu ya,.?
Annisa : Iya.
Dina : Siapa,.? Koq anak-anak
pada rame banget ngomongin tamu tadi sore. Kyai dari pesantren
mana sih koq kayaknya heboh banget.
Annisa : Bukan, bukan kyai,
rombongan anak band gitu deh, dari Jakarta
Dina : Anak band,.? Dari
Jakarta,.? Sejak kapan abimu mau nrima tamu anak band,.?
Annisa : Itu dia, aku juga
bingung
Dina : Cuma kedatengan band aja
udah bikin heboh satu pesantren. Emang kayak apa sih mereka,.?
Annisa : Yaa, menurutmu kalau
anak band tuh gimana,.?
Dina : Yang pasti sih keren-keren
kayak band yang lagi terkenal saat ini, band idola aku itu, ICE THE GUNS
Annisa : Nah, itu dia, kalau
nggak salah nama bandnya tadi ICE THE GUNS.
Dina : (kaget) Apa,.?apa kau
bilang,.?
Annisa : Iya, nama bandnya ICE
THE GUNS, memangnya kenapa,.? Ada yang salah,.?
Dina : Ya ampun Annisa, kamu tau
nggak, aku tuh ngefans banget sam mereka
Annisa : Yaa,..terserah kamu deh
(bergegas pergi)
Dina : Eh, Annisa, mau kemana,.?
Annisa : Mau pulang bentar
Dina : Eh, ntar dulu, temenin aku
dulu dong.
Annisa : Mau kemana,.?
Dina : Mau minta tanda tangan
oersonil ICE THE GUNS
Annisa : Ya ampun, ini tuh udah
malem, bentar lagi kan harus ngaji.
Dina : Bentar aj koq Nis
Annisa : Nggak ah, nanti
dimarahin abi. Besok ajalah
Dina : Yaa...Nisa mah gitu
(cemberut)
Adegan 5
Di Taman....
Gio yang sedang jalan-jalan melihat-lihat pesantren tak sengaja melihat
Annisa yang sedang duduk sendirian di taman, Gio pu berniat menemaninya.
Gio : Selamat malem...
Annisa : Assalamu’alaikum.
Gio : Eh iya, maaf,
Wa’alaikumsalam. Boleh aku duduk disini,.?
Annisa : Siapa yang melarang,.?
Nggak ada undang-undangnya koq. (tersenyum ramah)
Gio : (duduk disebelah Annisa) ohh
iya nama kamu tadi siapa? Annisa ya?(pura-pura lupa)
Annisa: iya
Gio : Nama yang cantik, secantik
orangnya.
Annisa : kamu ada-ada aja.
Gio:Kamu ngapain malem-malem
disini? Sendirian lagi?
Annisa: Ini tempat favorit
aku,tiap sehabis pulang mengaji aku pasti kesini
Gio: Terus ngapain?
Annisa: ya,,duduk-duduk aja.
Menikmati suasana malam bercahayakan bintang-bintang di langit. Lihat dech
(menunjuk ke atas) bagus kan?
Gio: iya bagus banget
Annisa: Kamu gimana ceritanya
bisa sampai sini?
Gio: Sebenarnya,malam ini itu aku
dan temen-temen ada konser di Bogor,tadi berangkatnya buru-buru jadi temen q
ngambil jalan pintas. Ehhh..... bukannya cepet nyampeknya malah jadi kesasar.
Mobil kita mogok lagi... jadi ya udahh,kita coba cari penginapan,tapi disini
ternyata nggak ada tempat penginapan,tetapi,,untung saja aku bertemu abi kamu
saat i jalan dan beliau menawarkan untuk menginap di pesantren ini. Terus
ketemu kamu dech.
Annisa: Terus konsernya gimana
donkk?
Gio:yaa,terpaksa kita cancel
Pak kyai datang sambil marah-marah
Pak kyai: Annisa,,annisa...
Ngapain kamu disini?
Annisa dan Gio kaget
Annisa : Nggak bi, Cuma
duduk-duduk aja disini
Pak kyai : Malem-malem bukannya
istirahat, malah berdua-duaan disini. Ingat! Kalian ini bukan muhrim. Nanti
kalau ada yang lihat bagaimana,.? Apa kata mereka,.? Kamu itu anak seorang kyai
Annisa, nggak pantes malem-malem berduaan sama anak sombong kayak gini. Dan
kamu Gio, belum ada 24 jam kamu disini, sudah berani ngajak anak saya berduaan.
Gio : maaf pak, saya Cuma pengen
ngobrol sama dia.
Pak kyai : Alah,,, alasan saja
kamu. Sekarang Annisa, kamu pulang. Dan kamu Gio, balik ke kamar kamu
Gio: Tapi pak, jangan marahin
Annisa, dia nggak salah, saya yang salah.
Pak kyai : saya marahin atau
nggak, itu urusan saya, bukan urusan kamu. (menarik tangan Annisa) Ayo! Pulang
Annisa!
Adegan 6
Di depan kamar....
Gio dan personil ICE THE GUNS yang lain sedang jalan-jalan
melihat-lihat pesntren. Tapi tiba-tiba ada yang menarik dan memukl Gio dari
belakang.
Dor rich ; Eh, apa-apa’an loe,.?
Hafidz : Gue nggak ada urusan
sama loe. Gue ada urusan sam dia.(menunjuk Gio) Eh, gue pringatin ya sama loe,
jangan skali-skali loe deketin Annisa, dia tuh udah milik gue!
Gio : Eh, orang gila, siapa yang
deketin Annisa,.?
Hafidz : Alah,,,jangan sok bego’
deh loe. gue tau, tadi malem loe berduaan kan sama Annisa di taman,.? Nih, baru peringatan pertama ya, kalau loe
deketin Annisa lagi, mampus loe.
Meta :
(membangunkan Gio) Gila! Siapa sih tu orang,.? Dateng-dateng maen pukul aja. .
Loe nggak apa-apa kan io,,
Gio : Nggak, nggak apa-apa koq,,
Dor rich : Eh, tapi bentar deh,
orang itu tadi bilang, tadi malem loe berduaan sama Annisa di taman, betul
io,.?
Gio : Sebenernya sih iya.
Dor rich : Wah, parah loe
io,,pantesan tu orang marah-marah.
Gio : Emang tu orang siapanya
Annisa,.?
Dor rich : Gue juga nggak tau
sih. Pacarnya kali !!! kenapa??? Loe suka ya sama annisa???
Gio: sebenarnya sih iya. Dia itu
cantik , baek , kalem , perfect dehhh pokoknya.
Meta : Tapi loe juga harus tau
diri io , loe itu anak band , rock and
roll. Annisa mau nggak sama loe??? Kalo pun annisa mau sama loe , pak kyai
pasti nggak ngijinin anaknya pacaran sama loe !!!
Gio : Terus gimana dong guys ?
Bantuin gue dong !! Gue cinta sama dia , cinta pada pandangan pertama.
Meta : Cie . . . bahasa loe
tinggi banget io .. ntar kalau jatuh , sakit loe.
Gio : Loe met , gue serius nih.
Meta : Ya maaf . Ntar deh , gue
pikirik gimana caranya dapetin hatinya annisa , sama hatinya pak kyai.
Gio : makasih ya , kalian emang
teman ku yang paling oke deh.
Annisa dan temannya datang. Berniat untuk mengajak Gio dan
teman-temannya sarapan.
Gio : Eh, Annisa, mau kemana,.?
Annisa : mau nemuin kalian.
Kalian semua di panggil abi buat sarapan. Sudah di tunggu di ruang makan.
Dor rich : Oh iya, makasih ya..
Dina : ICE THE GUNS......Eh,
kalian tau nggak, aku tuh ngefans banget sama kalian.
Dor rich : Oh gitu ya, makasih..
Dina : aku minta tanda tangannya
dong,,,
Meta : Oh ya Nis, aku mau nanya,
di pesantren ini ada studio musik nggak,.?
Annisa : studio musik,.? Ada sih,
tapi udh lama banget nggak di pake’. Dulu ada santri sini yang ngeband, tapi
lama-lama jadi liar,suka nyuri, ketahuan pake narkoba lagi. Sejak saat itu,
kegiatan ngeband, dihapus dar pesantren ini. Dan abiku nggak suka kalau lihat
anak band.
Meta : Oh, gitu ya,,,,
Annisa : Iya, kalau kalian mau,
aku bisa tunjukin ruangannya.
Dor rich : Boleh, nanti ya.
Adegan 7
Di mushollah......
Selesai sarapan,Annisa bergegas ke mushollah untuk mengaji. Diam-diam
Gio dan teman-temannya mengendap-endap dan mengintip Annisa yang sedang
mengaji.
Gio : Ssstt.... jangan berisik!
Meta : iya,,iya
Gio : Annisa kalau lagi ngaji
makin cantik aja ya..
Dor rich : Menurut loe cantik,
menurut gue ya standart.
Meta : (menjerit kesakitan)
Aww,,,loe jangan injek kaki gue dong! Sakit tau!
Dor rich : Ya maaf, gue nggak
sengaja.
Gio : Ssstt.... jangan berisik
dong, entar ketahuan.
Annisa : (dari dalam mushollah
berteriak) Siapa itu,.?
Gio : Yaahh.... ketahuan deh. Elu
sih... ( menunjukkan diri di depan Annisa) Eh, Annisa.
Annisa : Gio, Meta, Dor rich,,
ngapain kalian di situ,.?
Dor rich : Nih, Gio yang ngajak
kita kesini.
Gio : Koq gue sih, bukan..bukan..
Annisa : udah, dari pada kalian
di situ, mendingan gabung sama kita, kita ngaji bareng
Gio dan teman-temannya pun ikut mengaji bersama Annisa. Selesai
mengaji gio berniat mengajak annisa jalan jalan ke taman.
Gio : annisa,, ke taman yuk !
Annisa : Ngapain,.?
Gio : Ya,,jalan-jalan aja. Kamu
nggak sibuk kan,.?
Annisa : Ya, nggak sih, ya udah,
ayo!
Ketika Annisa dan Gio akan ke taman, Hafidz datang dengan ekspresi
marah. Dan langsung memukul Gio di hadapan Annisa.
Annisa : Hafidz, kamu ini
apa-apa’an sih,.?
Hafidz : Itu pelajaran buat dia,
karena dia udah ngerebut kamu dari aku!
Annisa : Ngerebut aku dari
kamu,.? Apa maksud kamu,.?
Hafidz : Kamu harusnya sadar
Annisa, dia itu suka sama kamu.
Annisa : Hah,.? Apa itu betul
Gio,.?
Gio : Iya, Annisa, aku suka sama
kamu sejak awal kta bertemu.
Hafidz : Aku tuh suka sama kamu
dari dulu Annisa, dan yang jelas, aku lebih baik dari dia!
Annisa : Tapi, aku tuh nggak
pernah suka sama kamu Hafidz. Kamu itu kasar.
Gio : Sudah, begini saja. Biarkan
Annisa yang memilih antara kita berdua. Sekarang Annisa, kamu pilih aku atau
dia
Annisa : (terdiam sejenak) jika
keadaannya seperti ini, maaf Hafidz, aku lebih memilih Gio.
Gio : Tuh, denger sendiri kan,.
Mulai sekarang loe jangan ganggu gue lagi,.! Ayo Annisa, kita pergi.
Pak kyai datang karena mendengar suara ribut.
Pak kyai : Ada apa ini
ribut-ribut,.?
Hafidz : Itu pak kyai, anak band
nggak jelas itu sudah berani deketin Annisa.
Pak kyai : Annisa... sini kamu!
Kamu lagi..kamu lagi, Gio! Saya kan sudah bilang, jangan pernah deketin anak
saya.
Gio : Tapi pak kyai, saya sayang
sama Annisa. Saya janji akan membahagiakan di, saya janji akan melindungi dia.
Dan saya janji, akan berubah jadi yang lebih baik. Sya mohon, kasih kesempatan
untuk saya, agar saya bisa menjalin hubungan dengan Annisa.
Pak kyai : Saya tidak percaya
sama kamu. Jika memang benar kamu sayang sam anak saya, buktikan perkataanmmu!
(menarik tangan Annisa) Ayo pulang Annisa! (melangkah pergi)
Meta : udah io, loe sabar aja.
Gio : kesempatan gue buat jadi
pacarnya Annisa udah hilang men.
Meta : (terdiam sejenak) Aha,.!
Gue ada ide.
Gio : ide apa,.?
Meta : udah deh, sekarang loe
ikut gue aja. ( pergi ke ruang musik )
Adegan 8
Di ruang musik.....
Para personil ICE THE GUNS menyanyikan sebuah lagu yang ditujukan untuk
Annisa. Pak kyai, Annisa, dan Dina yang sedang mengaji,terusik oleh suara musik
yang di mainkan oleh personil ICE THE GUNS.
Pak kyai : Ada apa lagi ini,.?
(terdiam melihat penampilan ICE THE GUNS)
Annisa pun terpukau oleh penampilan Gio. Setelah lagu berhenti, Gio
mendekati Annisa dan memegang tangan Annisa.
Gio : Annisa, walaupun baru
sehari aku kenal kamu, tapi aku yakin, kamu adalah orang yang aku tunggu selama
ini. Satu hal yang harus kamu tau Annisa, aku sayang sama kamu. Jadi, mau nggak
jadi pendamping hidupku,.?
Annisa : (hanya terdiam, dan
menoleh ke ayah)
Pak kyai : kenapa kamu melihat
abi Annisa,.?
Annisa : (melepaskan tangan Gio,
yang memegang tangannya) Saya, tidak mungkin menjalin hubungan tanpa restu dari
abi.
Pak kyai : (menarik nafas
panjang, dan menggeleng-gelengkan kepala) Ya sudah, jika memang kalian saling
cinta, abi nggak bisa melarang kalian. Abi akan merestui hubungan kalian, tapi
dengan syarat, kamu Gio, harus jaga anak saya. Saya tidak mau lihat anak saya
menangis gara-gara kamu
Gio : Pasti pak, saya tidak akan
mengecewakan Annisa, dan juga Pak kyai
Meta : Cie..... ada yang baru
jadian tuh.. Traktir dong..!
Mereka semua tersenyum bahagia. Sejak saat itu, Gio pun masuk di
pesantren itu . Dan ICE THE GUNS band pun berubah aliran menjadi band religi.
Ooo THE END ooO