Jumat, 14 Maret 2014


naskah drama tentang SANTRI & ROCK N ROLL

Adegan 1
Di dalam sebuah gedung tempat sebuah band yang sangat terkenal yaitu ICE THE GUNS Akan tampil, di sana sangat ramai sekali dimana para penggemar ICE THE GUNS yang menamakan diri mereka GUNSER datang untuk menonton band ke sayangan mereka akan tampil.

GUNSER : ICE THE GUNS... ICE THE GUNS.... ICE THE GUNS.... ICE THE GUNS.....
Host : selamat malam GUNSER, apa kalian siap,.?? Untuk melihat penampilan yang sangat spektakuler dari ICE THE GUNS,.?? Ya udah, kalau kalian sudah siap, kita langsung saja panggilkan band yang paling fenomenal saat ini, yaitu,,,, ICE THE GUNS...
( ICE THE GUNS pun tampil dengan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul WE LOVE KIMCIL )
Setelah menyanyikan lagu satu persatu para personil ICE THE GUNS berinteraksi dengan para GUNSER.
Personil ICE THE GUNS : I love you Gunser,....  kita akan berjumpa lagi di konser yang lain.
Sambil berkata begitu Gio, vokalis ICE THE GUNS melempar sebuah souvenir untuk GUNSER.
Tak tinggal diam personil yang lain pun ikut melemparkan souvenir untuk fansnya.
Di belakang panggung,,,,,,
Manager band ICE THE GUNS menghampiri para personil band.
Manager : oke, bagus banget guys,, besok kalian ada konser lagi,,tapi di daerah terpencil gitu, kalian ontime jam 2 siang ya,, nanti gue kasih tau alamatnya.
Gio : Oke,, pokoknya Loe atur deh, kita tinggal manggung aja.

Adegan 2.
Saat perjalanan ke tempat konser...
Di dalam mobil para personil ICE  THE GUN berbincang bincang.
GIO : guys kok, jalannya serem gini sih,.?
ANDRE : kita lewat jalan pintas aja guys biar cepet, keburu malem.
DOR RICH :  emang loe tau kalo ni jalan pintas??
ANDRE : kan gue biasanya lewat jalan sini.
DOR RICH : awas aja kalo kita sampai nyasar, semua loe yg nanggung.
ANDRE : santai bro,.
Tiba tiba Andre menginjak rem.
Dor rich: knapa berhenti Ndre?
Gio : ada apa ndre?
Meta : (menaruh handphone yang sedari tadi dimainkannya) udah nyampai ya??
Gio & Dor rich : nyampai nyampai, makanya jangan twitter’an melulu. Kita ini lagi berhenti nggak tau kenapa tu si andre.
Andre :kayaknya kita nyasar dehh....
( secara Bersamaan mereka shock) 
 GIO, META, DOR RICH : what...???????????????????
DOR RICH : pokoknya kita gak mau tau semua ini tanggung jawab loe.
ANDRE : aduhh bro bukan maksud hati tapi apa daya.
Faizah : udah, g’ usah bertengkar, kita lanjut aja, barangkali ini jalannya
Tiba-tiba mobil berhenti. Karena kehabisan bensin
GIO : ada apa lagi bro
Andre : nggak tau nih, tiba” mobilnya berhenti sendiri. Bentar gue cekk. (mengecek mobil) Sial ternyata bensinnya habis bro
Gio : terus, sekarang gimana dong,.? Kayaknya sekitar sini nggak ada SPBU
Faizah : gimana kalau kita cari penginapan aja, dan konsernya kita cancel sementara.
Dor rich ; gimana sih loe Ndre, kenapa waktu berangkat tadi nggak loe cek dulu mobilnya.
Faizah : sudah sudah jangan bertengkar, nanti aku telfon mekanis, sekarang kita cari tempat untuk menginap aja, sudah hampir gelap ini.
Meta : terus mobilnya gimana,.?
Faizah : udah tinggalin aja, dari pada kita kemaleman nugguin mekanis.
Mereka semua pun berdamai dan mencari tempat untuk menginap.
Mereka menuju sebuah desa. Dan di desa itu terdapat sebuah pesantren
Faizha : assalamu’alaikum.
Pak kyai : wa’alaikumsalam.
Faizha : pak mau numpang nanya, saya Faiza, dan ini teman-teman saya, disini kalau tempat penginapan dimana ya?
Pak kyai : (menatap anggota band tersebut dengan pandangan sinis) oh disini gak ada penginapan dek.
Faizah : waduh, gimana ya, Pak,.? Kita nggak tau daerah sini, tadi mobil kita juga mogok di tengah jalan.
Pak kyai : memangnya adek-adek ini dari mana dan mau kemana,.?
Gio : kita dari Jakarta Pak, kita tadi mau ke Bogor , tapi lewat jalan pintas, Eeh,,malah nyasar. Tapi ngomong-ngomong bapak nggak kenal siapa kita,.?
Pak kyai : memangnya kalian siapa,.?
Gio : ya elLah,, hari gini bapak nggak tau siapa kami,.?
Faizah : Gio,, kamu tuh nggak sopan banget sih.
Gio : abisnya, masak band terkenal kayak kita dia nggak tau, katrok banget.
Faizah : Huss,, kamu tuh bikin malu aja, Maafkan teman saya pak kyai, dia orangnya memang begitu. Saya manager dari mereka pak, mereka ini band rock terkenal saat ini. ICE THE GUNS, bapak tau,.?
Pak kyai : (menarik nafas panjang, sambil menatap Gio dengan pandangan tidak suka) maaf dek, saya tidak tau.
Faizah : ya sudah pak, nggak apa-apa.
Pak kyai : oh iya, kalian tadi mau cari tempat menginap kan,.? Begini saja, ini kan sudah hampir gelap, gimana kalau kalian nginap di tempat bapak saja,.?
Faizah : apakah bapak tidak keberatan,.?
Pak kyai : Ooh, tidak sama sekali, Nak,,
Faizah : kalau begitu terima kasih, pak kyai.
Pak kyai : sama”, mari bapak antar ke kamar kalian.

Adegan 3.
Di kamar...
Sesampainya di depan kamar...
Pak kyai : ini kamar buat dek Faizah dan temannya yang perempuan. Dan yang sebelah sana kamar buat yang laki-laki.
Faizah : Terima kasih pak kyai.
Gio dan teman-temannya menuju ke kamarnya.
Ketika Gio akan membuka kamarnya, tiba-tiba muncul seorang gadis cantik dari dalam kamar tersebut. Dan tak sengaja bertabrakan dengan Gio. Gio pun terpesona dengan kecantikan gadis yang menabraknya tersebut.
Gio : maaf
Annisa : maaf-maaf saya tidak sengaja.
Dor rich : kamu siapa,koq ada di sini,.?
Pak kyai : Lho, Annisa, ngapain kamu di situ,.?
Annisa : saya habis bersih-bersih kamar, Abi.
Pak kyai : Oh iya, kebetulan, perkenalkan, ini putri saya, namanya Annisa.
Faizah : aku Faizah.
Meta : aku Meta
Gio : Kalau aku Gio (sambil menatap Annisa penuh dengan rasa kagum)
Dor rich : aku Dor rich.
Pak kyai : Kalau begitu bapak tinggal dulu, nanati kalau ada apa-apa minta tolong ke Annisa saja.
Meta : Oke Pak, makasih ya pak.
Annisa : Kalau begitu saya juga mau shalat dulu, kalau butuh apa-apa saya ada di mushallah 
              (melangkah pergi)
Gio : (tak melepaskan pandangannya dari Annisa) Gila! Cantik banget tuh anak kyai. (berkata lirih)
Dor rich : Apa,.? Loe ngomong apa barusan,.?
Gio : Nggak, nggak ngomong apa-apa, kuping loe aja kali yang udah somplak.
Dor rich : Yee,,,, otak loe tuh yang somplak. Udah ah, gue mau istirahat, capek men.
Gio : Iya, gue juga.

Adegan 4.
Di Mushallah...
 Annisa dan temannya selesai shalat berjama’ah.
Dina : Eh, Nis, aku denger tadi sore, pesantren kita kedatangan tamu ya,.?
Annisa : Iya.
Dina : Siapa,.? Koq anak-anak pada rame banget ngomongin tamu tadi sore. Kyai dari pesantren
            mana sih koq kayaknya heboh banget.
Annisa : Bukan, bukan kyai, rombongan anak band gitu deh, dari Jakarta
Dina : Anak band,.? Dari Jakarta,.? Sejak kapan abimu mau nrima tamu anak band,.?
Annisa : Itu dia, aku juga bingung
Dina : Cuma kedatengan band aja udah bikin heboh satu pesantren. Emang kayak apa sih mereka,.?
Annisa : Yaa, menurutmu kalau anak band tuh gimana,.?
Dina : Yang pasti sih keren-keren kayak band yang lagi terkenal saat ini, band idola aku itu, ICE THE GUNS
Annisa : Nah, itu dia, kalau nggak salah nama bandnya tadi ICE THE GUNS.
Dina : (kaget) Apa,.?apa kau bilang,.?
Annisa : Iya, nama bandnya ICE THE GUNS, memangnya kenapa,.? Ada yang salah,.?
Dina : Ya ampun Annisa, kamu tau nggak, aku tuh ngefans banget sam mereka
Annisa : Yaa,..terserah kamu deh (bergegas pergi)
Dina : Eh, Annisa, mau kemana,.?
Annisa : Mau pulang bentar
Dina : Eh, ntar dulu, temenin aku dulu dong.
Annisa : Mau kemana,.?
Dina : Mau minta tanda tangan oersonil ICE THE GUNS
Annisa : Ya ampun, ini tuh udah malem, bentar lagi kan harus ngaji.
Dina : Bentar aj koq Nis
Annisa : Nggak ah, nanti dimarahin abi. Besok ajalah
Dina : Yaa...Nisa mah gitu (cemberut)

Adegan 5
Di Taman....
Gio yang sedang jalan-jalan melihat-lihat pesantren tak sengaja melihat Annisa yang sedang duduk sendirian di taman, Gio pu berniat menemaninya.
Gio : Selamat malem...
Annisa : Assalamu’alaikum.
Gio : Eh iya, maaf, Wa’alaikumsalam. Boleh aku duduk disini,.?
Annisa : Siapa yang melarang,.? Nggak ada undang-undangnya koq. (tersenyum ramah)
Gio : (duduk disebelah Annisa) ohh iya nama kamu tadi siapa? Annisa ya?(pura-pura lupa)
Annisa: iya
Gio : Nama yang cantik, secantik orangnya.
Annisa : kamu ada-ada aja.
Gio:Kamu ngapain malem-malem disini? Sendirian lagi?
Annisa: Ini tempat favorit aku,tiap sehabis pulang mengaji aku pasti kesini
Gio: Terus ngapain?
Annisa: ya,,duduk-duduk aja. Menikmati suasana malam bercahayakan bintang-bintang di langit. Lihat dech (menunjuk ke atas) bagus kan?
Gio: iya bagus banget
Annisa: Kamu gimana ceritanya bisa sampai sini?
Gio: Sebenarnya,malam ini itu aku dan temen-temen ada konser di Bogor,tadi berangkatnya buru-buru jadi temen q ngambil jalan pintas. Ehhh..... bukannya cepet nyampeknya malah jadi kesasar. Mobil kita mogok lagi... jadi ya udahh,kita coba cari penginapan,tapi disini ternyata nggak ada tempat penginapan,tetapi,,untung saja aku bertemu abi kamu saat i jalan dan beliau menawarkan untuk menginap di pesantren ini. Terus ketemu kamu dech.
Annisa: Terus konsernya gimana donkk?
Gio:yaa,terpaksa kita cancel
Pak kyai datang sambil marah-marah
Pak kyai: Annisa,,annisa... Ngapain kamu disini?
Annisa dan Gio kaget
Annisa : Nggak bi, Cuma duduk-duduk aja disini
Pak kyai : Malem-malem bukannya istirahat, malah berdua-duaan disini. Ingat! Kalian ini bukan muhrim. Nanti kalau ada yang lihat bagaimana,.? Apa kata mereka,.? Kamu itu anak seorang kyai Annisa, nggak pantes malem-malem berduaan sama anak sombong kayak gini. Dan kamu Gio, belum ada 24 jam kamu disini, sudah berani ngajak anak saya berduaan.
Gio : maaf pak, saya Cuma pengen ngobrol sama dia.
Pak kyai : Alah,,, alasan saja kamu. Sekarang Annisa, kamu pulang. Dan kamu Gio, balik ke kamar kamu
Gio: Tapi pak, jangan marahin Annisa, dia nggak salah, saya yang salah.
Pak kyai : saya marahin atau nggak, itu urusan saya, bukan urusan kamu. (menarik tangan Annisa) Ayo! Pulang Annisa!

Adegan 6
Di depan kamar....
Gio dan personil ICE THE GUNS yang lain sedang jalan-jalan melihat-lihat pesntren. Tapi tiba-tiba ada yang menarik dan memukl Gio dari belakang.
Dor rich ; Eh, apa-apa’an loe,.?
Hafidz : Gue nggak ada urusan sama loe. Gue ada urusan sam dia.(menunjuk Gio) Eh, gue pringatin ya sama loe, jangan skali-skali loe deketin Annisa, dia tuh udah milik gue!
Gio : Eh, orang gila, siapa yang deketin Annisa,.?
Hafidz : Alah,,,jangan sok bego’ deh loe. gue tau, tadi malem loe berduaan kan sama Annisa di taman,.?  Nih, baru peringatan pertama ya, kalau loe deketin Annisa lagi, mampus loe.
 Meta    : (membangunkan Gio) Gila! Siapa sih tu orang,.? Dateng-dateng maen pukul aja. . Loe nggak apa-apa kan io,,
Gio         : Nggak, nggak apa-apa koq,,
Dor rich : Eh, tapi bentar deh, orang itu tadi bilang, tadi malem loe berduaan sama Annisa di taman, betul io,.?
Gio : Sebenernya sih iya.
Dor rich : Wah, parah loe io,,pantesan tu orang marah-marah.
Gio : Emang tu orang siapanya Annisa,.?
Dor rich : Gue juga nggak tau sih. Pacarnya kali !!! kenapa??? Loe suka ya sama annisa???
Gio: sebenarnya sih iya. Dia itu cantik , baek , kalem , perfect dehhh pokoknya.
Meta : Tapi loe juga harus tau diri io ,  loe itu anak band , rock and roll. Annisa mau nggak sama loe??? Kalo pun annisa mau sama loe , pak kyai pasti nggak ngijinin anaknya pacaran sama loe !!!
Gio : Terus gimana dong guys ? Bantuin gue dong !! Gue cinta sama dia , cinta pada pandangan pertama.
Meta : Cie . . . bahasa loe tinggi banget io .. ntar kalau jatuh , sakit loe.
Gio : Loe met , gue serius nih.
Meta : Ya maaf . Ntar deh , gue pikirik gimana caranya dapetin hatinya annisa , sama hatinya pak kyai.
Gio : makasih ya , kalian emang teman ku yang paling oke deh.
Annisa dan temannya datang. Berniat untuk mengajak Gio dan teman-temannya sarapan.
Gio : Eh, Annisa, mau kemana,.?
Annisa : mau nemuin kalian. Kalian semua di panggil abi buat sarapan. Sudah di tunggu di ruang makan.
Dor rich : Oh iya, makasih ya..
Dina : ICE THE GUNS......Eh, kalian tau nggak, aku tuh ngefans banget sama kalian.
Dor rich : Oh gitu ya, makasih..
Dina : aku minta tanda tangannya dong,,,
Meta : Oh ya Nis, aku mau nanya, di pesantren ini ada studio musik nggak,.?
Annisa : studio musik,.? Ada sih, tapi udh lama banget nggak di pake’. Dulu ada santri sini yang ngeband, tapi lama-lama jadi liar,suka nyuri, ketahuan pake narkoba lagi. Sejak saat itu, kegiatan ngeband, dihapus dar pesantren ini. Dan abiku nggak suka kalau lihat anak band.
Meta : Oh, gitu ya,,,,
Annisa : Iya, kalau kalian mau, aku bisa tunjukin ruangannya.
Dor rich : Boleh, nanti ya.

Adegan 7
Di mushollah......
Selesai sarapan,Annisa bergegas ke mushollah untuk mengaji. Diam-diam Gio dan teman-temannya mengendap-endap dan mengintip Annisa yang sedang mengaji.
Gio : Ssstt.... jangan berisik!
Meta : iya,,iya
Gio : Annisa kalau lagi ngaji makin cantik aja ya..
Dor rich : Menurut loe cantik, menurut gue ya standart.
Meta : (menjerit kesakitan) Aww,,,loe jangan injek kaki gue dong! Sakit tau!
Dor rich : Ya maaf, gue nggak sengaja.
Gio : Ssstt.... jangan berisik dong, entar ketahuan.
Annisa : (dari dalam mushollah berteriak) Siapa itu,.?
Gio : Yaahh.... ketahuan deh. Elu sih... ( menunjukkan diri di depan Annisa) Eh, Annisa.
Annisa : Gio, Meta, Dor rich,, ngapain kalian di situ,.?
Dor rich : Nih, Gio yang ngajak kita kesini.
Gio : Koq gue sih, bukan..bukan..
Annisa : udah, dari pada kalian di situ, mendingan gabung sama kita, kita ngaji bareng
Gio dan teman-temannya pun ikut  mengaji bersama Annisa. Selesai mengaji gio berniat mengajak annisa jalan jalan ke taman.
 Gio : annisa,, ke taman yuk !
Annisa : Ngapain,.?
Gio : Ya,,jalan-jalan aja. Kamu nggak sibuk kan,.?
Annisa : Ya, nggak sih, ya udah, ayo!
Ketika Annisa dan Gio akan ke taman, Hafidz datang dengan ekspresi marah. Dan langsung memukul Gio di hadapan Annisa.
Annisa : Hafidz, kamu ini apa-apa’an sih,.?
Hafidz : Itu pelajaran buat dia, karena dia udah ngerebut kamu dari aku!
Annisa : Ngerebut aku dari kamu,.? Apa maksud kamu,.?
Hafidz : Kamu harusnya sadar Annisa, dia itu suka sama kamu.
Annisa : Hah,.? Apa itu betul Gio,.?
Gio : Iya, Annisa, aku suka sama kamu sejak awal kta bertemu.
Hafidz : Aku tuh suka sama kamu dari dulu Annisa, dan yang jelas, aku lebih baik dari dia!
Annisa : Tapi, aku tuh nggak pernah suka sama kamu Hafidz. Kamu itu kasar.
Gio : Sudah, begini saja. Biarkan Annisa yang memilih antara kita berdua. Sekarang Annisa, kamu pilih aku atau dia
Annisa : (terdiam sejenak) jika keadaannya seperti ini, maaf Hafidz, aku lebih memilih Gio.
Gio : Tuh, denger sendiri kan,. Mulai sekarang loe jangan ganggu gue lagi,.! Ayo Annisa, kita pergi.
Pak kyai datang karena mendengar suara ribut.
Pak kyai : Ada apa ini ribut-ribut,.?
Hafidz : Itu pak kyai, anak band nggak jelas itu sudah berani deketin Annisa.
Pak kyai : Annisa... sini kamu! Kamu lagi..kamu lagi, Gio! Saya kan sudah bilang, jangan pernah deketin anak saya.
Gio : Tapi pak kyai, saya sayang sama Annisa. Saya janji akan membahagiakan di, saya janji akan melindungi dia. Dan saya janji, akan berubah jadi yang lebih baik. Sya mohon, kasih kesempatan untuk saya, agar saya bisa menjalin hubungan dengan Annisa.
Pak kyai : Saya tidak percaya sama kamu. Jika memang benar kamu sayang sam anak saya, buktikan perkataanmmu! (menarik tangan Annisa) Ayo pulang Annisa! (melangkah pergi)
Meta : udah io, loe sabar aja.
Gio : kesempatan gue buat jadi pacarnya Annisa udah hilang men.
Meta : (terdiam sejenak) Aha,.! Gue ada ide.
Gio : ide apa,.?
Meta : udah deh, sekarang loe ikut gue aja. ( pergi ke ruang musik )

Adegan 8
Di ruang musik.....
Para personil ICE THE GUNS menyanyikan sebuah lagu yang ditujukan untuk Annisa. Pak kyai, Annisa, dan Dina yang sedang mengaji,terusik oleh suara musik yang di mainkan oleh personil ICE THE GUNS.
Pak kyai : Ada apa lagi ini,.? (terdiam melihat penampilan ICE THE GUNS)
Annisa pun terpukau oleh penampilan Gio. Setelah lagu berhenti, Gio mendekati Annisa dan memegang tangan Annisa.
Gio : Annisa, walaupun baru sehari aku kenal kamu, tapi aku yakin, kamu adalah orang yang aku tunggu selama ini. Satu hal yang harus kamu tau Annisa, aku sayang sama kamu. Jadi, mau nggak jadi pendamping hidupku,.?
Annisa : (hanya terdiam, dan menoleh ke ayah)
Pak kyai : kenapa kamu melihat abi Annisa,.?
Annisa : (melepaskan tangan Gio, yang memegang tangannya) Saya, tidak mungkin menjalin hubungan tanpa restu dari abi.
Pak kyai : (menarik nafas panjang, dan menggeleng-gelengkan kepala) Ya sudah, jika memang kalian saling cinta, abi nggak bisa melarang kalian. Abi akan merestui hubungan kalian, tapi dengan syarat, kamu Gio, harus jaga anak saya. Saya tidak mau lihat anak saya menangis gara-gara kamu
Gio : Pasti pak, saya tidak akan mengecewakan Annisa, dan juga Pak kyai
Meta : Cie..... ada yang baru jadian tuh.. Traktir dong..!
Mereka semua tersenyum bahagia. Sejak saat itu, Gio pun masuk di pesantren itu . Dan ICE THE GUNS band pun berubah aliran menjadi band religi.


Ooo THE END ooO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar